Pixel

Rabu, 25 Desember 2013

BERSIAPLAH HIDUP MELESAT



Banyak orang diantara kita yang sukses melesat bagaikan pesawat terbang sedang meluncur tinggi keatas awan. Banyak juga diantara kita yang kehidupannya masih kesulitan. Tak jarang, masalah pun sering menimpanya. Iya kan?

Honestly, kesuksesan memang Allah yang izinkan. Tapi tentu melalui ikhtiar kita. Jika tak pernah punya harapan dan mimpi, serta tak pernah berani mewujudkannya, mungkin kesuksesan bullshit bisa didapat.

Ada sisi lain yang jarang kita sadari. Mencapai kesuksesan, tak hanya ikhtiar dan do’a yang perlu kita lakukan. Ada kekuatan lain yang bisa membuat impian dan kesuksesan kita melesat cepat bagaikan pesawat tempur yang sedang meluncur kencang. Kekuatan ini bisa mendorong ikhtiar dan do’a kita semakin hebat.

Kekuatan ini, membuat rezeki dan kebahagiaan kita seolah mengalir banjir. Seperti sedang kebanjiran. Orang banyak bilang “Kebanjiran Rezeki”. Kekuatan apa itu?

Itulah kekuatan “Orang Tua”. Yes! Kekuatan Orang Tua. Bakti kepada mereka, dan do’a restu dari mereka. Bukankah Allah akan memberi restu jika Orang Tua kita juga merestui apa yang kita lakukan?

Perhatikan disekitar kita. Orang – orang yang hidupnya selalu berbakti dan berbuat baik kepada orang tua. Kebaikan demi kebaikan hadir dalam hidupnya. Rezekinya seolah mudah. Sehingga kesuksesan yang dia raih.

Perhatikan juga orang – orang disekitar kita. Mereka yang sering merepotkan orang tuanya, mereka yang sering membuat sakit hati orang tuanya, mereka yang sering membuat orang tua nya menangis. Kehidupan mereka seret. Kesulitan demi kesulitan hadir di kehidupannya. Rezeki pun terlihat seret menghampiri nya.

Ada yang bilang “mas, tetangga saya sukses mobilnya banyak. Dia gak pernah bakti lho sama orang tuanya”. Saya jawab, ya bisa saja. Tapi keberkahan tak hadir di dalam kehidupannya. Itu pasti! Jika harta dan apa yang kita capai tak berkah, lama – lama akan sering ketemu masalah. Kebahagiaan tak hadir di dalam jiwanya. Lama – lama harta dan pencapaian yang di raih akan rontok terkikis oleh kehidupannya. Itulah sebab tak pernah berbakti kepada Orang Tuanya.

Saya banyak menemui orang, mereka bilang bakti kepada orang tua itu penting. Tapi nyatanya ucapan dia tak selaras dengan kenyataannya. Dia sering membuat orang tuanya kerepotan. Contoh yang paling marak, Orang Tua dijadikan pengasuh anaknya. Bagaimanapun itu sama saja dengan menjadikan Orang Tua Babysitter. Parah!

Banyak juga yang bilang mereka bakti kepada orang tua nya tapi tak selaras dengan perilakunya. Contohnya, banyak mereka yang merepotkan Orang Tua nya. Dari mulai membersihkan rumah, menyuci pakaian, menyuci piring. Keterlaluan! ( maaf ) ini sama dengan menjadikan dia Pembantu Rumah Tangga. Kelewatan!

Bagaimana bisa hidup sukses dan bahagia jika orang tua sendiri dibikin seret, dibikin susah, dibikin repot?

Maka inilah kekuatan yang bisa menjadikan mimpi kita, rezeki kita, kesuksesan kita hadir melesat bagaikan pesawat yang meluncur diatas awan. Inilah kekuatan “Orang Tua”. 

Mulailah peluk orang tua kita, ucapkan maaf selama ini kita telah banyak merepotkannya. Mulailah berbakti kepada mereka. Dan mohon do’a restu nya. Sampaikan mimpi – mimpi kita. Mintalah do’a dan restunya. InsyaAllah jika orang tua sudah merestui, Allah pun turut merestui langkah kita. Dan bersiaplah hidup melesat!

Semoga bermanfaat, salam bahagia!
-Fahmi Hakim-

Mengundang jadi pembicara hubungi > Fahmi
Baca tulisan lain disini > Article Archive
Ngobrol bareng saya disini > Twitter @me_fahmi



Selasa, 24 Desember 2013

SAATNYA MEREKA SUKSES & HEBAT

Kita tau, Yatim Piatu dan anak tak mampu di Indonesia cukup banyak. Sehingga banyak yang mendirikan Rumah Panti Asuhan. Setiap bulan suci Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri panti asuhan ini sering diserbu oleh mereka yang ingin berbagi zakat dan sedekah.

Beberapa kali tatap muka dengan para yatim piatu dan kemudian saya amati, ternyata masih banyak diantara mereka yang kehilangan harapan dan takut bermimpi.

Mental mereka turun drastis. Seolah kehidupan mereka lemah. Saya beberapa hari memikirkan hal tersebut. Kasian juga mereka, mental nya down. Mereka kehilangan arah, harapan dan mimpi.

Melihat para Yatim dan Piatu di Indonesia, sebenarnya punya potensi besar jadi pengusaha sukses atau bidang lain selain bisnis. Mungkin jadi penyanyi kelas dunia atau bahkan presiden. Kun Fayakun, jika Allah berkehendak, why not?

Masalahnya, mereka takut bermimpi. Mereka kehilangan harapan. Ini yang menyentuh hati saya. 2014 mendatang, sudah eranya berbagi dengan para yatim & piatu bukan saja materi, tapi ikut serta membina mereka agar memiliki mental juara dan mendorong mereka agar bisa sukses dan hebat.

Saya pernah bertemu salah satu yatim, dia masih kecil. Mungkin berumur 4 tahun-an. Dia menyentuh hati saya. Kala itu, ingin sekali meneteskan air mata dihadapannya. Betapa tidak, sejak kecil dia sudah kesulitan. Bagaimana perkembangan nya kedepan? Saya khawatir. Jika dia kelak tumbuh dewasa, saya tak mau orang – orang mulia seperti ini kehilangan arah.

Dengan niat kuat, hari ini saya mulai perjuangkan Rumah Hebat Indonesia (silahkan follow twiternya @RumahHebat_ID). Apa itu? Rumah yang didirikan untuk menampung para Yatim Piatu dan anak – anak Indonesia tak mampu. Disana mereka tinggal bersama dan dibimbing langsung agar punya mental juara, punya harapan dan mimpi besar. Agar kelak dapat menjemput kehidupannya yang SUKSES & HEBAT.

Harapan besarnya, ketika mereka sukses nanti, mereka dapat meneruskan gerakan kami. Dengan berbagi dan membina adik – adiknya, Yatim Piatu dan anak – anak tak mampu Indonesia agar sama – sama tumbuh SUKSES & HEBAT.

Rumah hebat ini kelak akan menjadi bagian dari keluarga mereka. Sehingga, mereka merasa hidup kembali. InsyaAllah saya siap jadi kakak mereka. Bahkan jika pantas, dianggap ayah juga boleh (meskipun usia masih kepala 2) hehehe.

Banyak program yang akan dilakukan di Rumah Hebat ini. Salah satunya, menampung yatim piatu dan anak – anak tak mampu, kemudian mendidik mereka secara rutin. Agar mereka siap menjemput kehidupan yang SUKSES & HEBAT. Kalo Jamil Azzaini bilang SUKSESMULIA.

Inilah gerakan membina Yatim Piatu Indonesia agar kelak tumbuh menjadi insan yang SUKSES & HEBAT. Mereka juga harus berani bermimpi dan mewujudkannya.

Mimpi saya gerakan Rumah Hebat ini di tahun 2014 bisa menggema di seluruh Indonesia. Bercita – cita lahir Rumah hebat Medan, Makassar, Semarang, Solo, Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan seterusnya.

Untuk pertama kali, Sebelum menggema di lain kota, Rumah Hebat baru saya perjuangkan untuk daerah Subang, Jawa Barat. Kebetulan ini kampung halamanku.

Mengapa saya bermimpi Rumah Hebat ini menggema di seluruh Indonesia? Karena harapan saya, kelak Rumah Hebat akan melahirkan pribadi UNGGUL yang bermental JUARA, sehingga Indonesia akan menjadi negeri yang maju, berkembang dan di hormati. Terlebih dengan banyak nya orang sukses, mungkin akan banyak orang untuk patungan bayar hutang Negara. Hehehe

Saya mohon do’a dan dukungan nya untuk Rumah Hebat dari kawan – kawan yang membaca ini. Sekarang, sukses bukan saja untuk pribadi. Tapi saatnya sukses bersama – sama.

Saya panjatkan juga do’a untuk kawan – kawan sekalian. Agar sukses, sehat, bahagia, selamat dunia & akhirat.

Jika berminat gabung dengan saya menjadi TIM Rumah Hebat. Di kota mana pun anda, silahkan layangkan surat ke email : rumahhebat99@gmail.com
Terimakasih.

Semoga bermanfaat, salam bahagia!
-Fahmi Hakim-

Mengundang jadi pembicara hubungi > Fahmi  
Baca tulisan lain disini > Article Archive
Ngobrol bareng saya disini > Twitter @me_fahmi

Senin, 23 Desember 2013

DIA LAH TELADAN

(Di foto ini saya paling kanan, kemeja putih)
Sabtu lalu 21 Desember 2013, saya bersama rekan - rekan menghadiri undangan seminar dari PT. Sygma Daya Insani, penerbit buku. Seminar ini bertajuk “Muhammad Teladanku”. Acara berlangsung sejak pukul 8 pagi hingga pukul 1 siang. Ribuan peserta memadati ruang seminar. Seminar itu digelar di Gedung Wahana Pos Bandung.

Ada kisah menarik yang saya kutip dari acara itu.

Dikisahkan di jaman nabi, ada seorang wanita tua yang sedang berjalan. Dia sangat kerepotan berjalan menuju rumahnya dengan barang bawaan yang dia pikul. Tiba – tiba ada seorang anak muda yang menghampiri wanita tua itu. “Nek, bolehkah saya membantu mu? Biar ku bawakan barang bawaan mu sampai di tujuan” karena tak tega, anak muda ini menawarkan bantuan.

Wanita tua itu kemudian menyambut dengan senyum dan berkata “Terimakasih anak muda, kau baik sekali. Aku sedang kerepotan. Tolong bawakan barang bawaan ku”. Dengan nada bicara yang sudah tua, akhirnya wanita itu menyetujui tawaran anak muda tadi untuk membawakan barang bawaan nya.

Sepanjang perjalanan, wanita tua itu berbicara kepada anak muda yang membantunya. “Anak muda, hati – hati sekarang ini ada seseorang yang mengaku bahwa dirinya Nabi. Dia mengajak orang – orang untuk beribadah. Padahal dia sedang berbohong. Dia itu sesat. Dia jahat. Dia kejam. Pandai berbohong! Kalau tidak salah orang itu bernama Muhammad”. Begitu ucapan wanita tua itu.

Perjalanan pun mereka lanjutkan. Sesampainya di rumah wanita tua itu, anak muda ini membantu menyimpan barang bawaan wanita tua di dalam rumahnya. Kemudian anak muda ini bergegas pamit pulang. “Nek, saya pamit pulang ya”

Wanita tua itu berterimakasih “Terimakasih banyak ya anak muda, aku benar – benar tak tahu jika tadi kamu tak membantuku, aku sungguh kerepotan. Kamu baik sekali, terimakasih anak muda”.

Kemudian wanita tua itu menanyakan nama anak muda tersebut “Anak muda, siapa namamu? Engkau baik sekali”. Anak muda ini menjawab dengan senyuman tulus “Namaku Muhammad nek. Muhammad yang sepanjang perjalanan tadi kau ceritakan kepada ku”.

Wanita tua tersebut amat terkejut. Ternyata anak muda itu bernama Muhammad. Sungguh wanita tua tersebut malu. Ternyata Muhammad yang sudah dia hina sangat baik dan santun.

Subhanallah, Rasul kita Nabi Muhammad SAW sangat elok perilakunya. Dia teladan kita yang sesungguhnya. Sekalipun dihina, dicaci, dia tetap berbuat baik dan santun. Sama sekali tulus. Bagaimana dengan kita? Jaman sekarang banyak diantara kita saling ejek, saling hina. Hingga terjadi permusuhan.

Mulai saat ini kita contoh perilaku Nabi kita Muhammad SAW. Bukankah salah satu cara mencintai Nabi kita dengan mengikuti sunnah dan ajarannya?

Melalui kisah diatas, Dia telah mengajarkan kita tentang cara bersikap. Maka, inilah kesimpulannya; Sekalipun kita di hina, di ejek dan di tertawakan, teruslah maju dan tetap berbuat baik, santun, tulus. Siap?

Semoga bermanfaat, salam bahagia!
-Fahmi Hakim-

Mengundang jadi pembicara hubungi > Fahmi
Baca tulisan lain disini > Article Archive
Ngobrol bareng saya disini > Twitter @me_fahmi